International Humanitarian- Baru-baru ini tragedi menyedihkan kembali merenggut puluhan nyawa anak-anak di Afganistan.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan telah mengkonfirmasi bahwa setidaknya 15 warga sipil meninggal dunia sementara 20 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden ledakan di Propinsi Ghanzi, Diatrik Gilan, Afganistan.

Ledakan tersebut terjadi tepat ditengah-tengah upacara pembacaan Alquran di Afghanistan Tengah. Meskipun sehari sebelum ledakan terjadi ada yang mencurigai seorang pengendara motor yang membawa bahan peledak, namun hingga kini belum diketahui dalang dibalik ledakan tersebut.

Kematian Anak Di AfganistanĀ 

Direktur Save the Children di Afganistan juga telah memberikan pernyataan bahwa sekitar 15 anak tewas dalam insisen ledakan yang belum diketahui motifnya.

Kejadian yang menyebabkan kematian dan luka-luka pada anak-anak sudah sangat sering di Afghanistan. Bahkan, angka kematian anak-anak menurut laporan Stop the War on Children terus meningkat sejak tahun 2005 sampai 2019 yang berjumlah 26,025 anak.

Melihat angka tersebut, maka jika dirata-ratakan setidaknya ada sebanyak 5 anak meninggal dunia setiap harinya selama 14 tahun terakhir.

Konflik di Afganistan selama empat dekade ini sangat berdampak buruk terhadap kehidupan anak dan pemuda Afganistan. Khususnya kejadian tersebut seperti ledakan sering terjadi di sekolah-sekolah maupun tempat pembelajaran lainnya.

Direktur Save the Children juga mengundang semua pihak untuk menyetujui dan bekerjasama menciptakan kedamaian terhafap masa depan anak di Afganistan.

Kronologi Ledakan Di AfganistanĀ 

Ledakan bom yang menewaskan 15 anak di Afganistan tersebut terjadi setelah seorang pria memasuki Desa Gilan dengan sepeda motor yang menjual barang anak-anak.

Setelah dikerumuni anak-anak, kendaraan bermotor tersebut langsung meledak dan menewaskan 15 anak dan melukai 20 anak lainnya.

Hingga saat ini belum ada yang mengklaim bertanggungjawab atas kejadian tersebut, sementara pihak Taliban telah mengirimkan pesan ke media bahwa ledakan terjadi karena adanya sisa bahan peledak dibarea tersebut.