International Humanitarian – Usia 6 hingga 12 bulan merupakan waktu yang tepat saat gigi bayi tumbuh. Gigi yang tumbuh berurutan, mulai dari dua gigi tengah pada rahang bawah, dua gigi tengah pada rahang atas, satu per satu gigi di bagian sisi dan belakang mulut, dan terakhir gigi geraham.

Tumbuhnya gigi pada bayi biasanya akan menganggu dan membuat si kecil tidak nyaman. Biasanya si kecil akan memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut untuk digigit, menangis, gusi bengkak, sulit makan, sulit tidur, dan masih banyak lagi.

Kemudian bagaimana cara mengatasi tumbuh gigi pada anak?

 

1. Berikan Finger Food yang Sehat

Anda dapat memberikan finger food untuk mengganti benda-benda yang akan masuk ke mulut anak Anda. Finger food ini adalah makanan sehat yang dipotong menyerupaia bentuk jari si kecil, seperti wortel, apel, timun, dan buah atau sayuran yang lain. Pastinya khusus finger food, harus yang bertekstur agak keras dan hindari makanan manis seperti coklat. Jika Anda memberikan makanan manis, justru akan cepat merusak gigi si kecil.

 

2. Memberikan Teether

Tips yang kedua adalah memberikan teether pada anak. Apa itu teether? Teether adalah mainan khusus yang aman untuk digigit bayi. Saat gigi akan tumbuh, tanda-tandanya adalah si kecil akan suka menggigit sesuatu untuk mengurangi rasa gatal yang muncul. Anda dapat mendinginkan teether di kulkas sebelum diberikan kepada si kecil. Mengapa? Rasa dingin yang ada dapat meredakan bengkak di gusi, tapi jangan sampai teethernya beku ya.

 

3. Beri ASI atau Susu Formula secara Rutin

Cara ketiga yang harus dan wajib dilakukan adalah terus memberikan ASI atau pun susu formula walaupun gigi anak terasa sakit. Sebelum minum ASI, cobalah pijat lembut gusi si kecil dengan jari yang bersih dan sudah dicelupkan ke air dingin. Setelah selesai menyusu, pijat kembali gusinya. Selain ASI, Anda juga dapat memberikan tambahan asupan melalui susu formula. Sesuaikan merk susu formula yang cocok dengan anak Anda, jangan sampai keadaan anak Anda memburuk akibat tumbuh gigi.