International Humanitarian – Semakin anak bertumbuh besar, emosinya pun semakin terbentuk. Banyak orang tua yang kewalahan dalam mengatasi emosi si kecil.

Anak kecil seringkali belum bisa memahami dan mengutarakan dengan baik apa yang ia rasakan, sehingga dapat dilampiaskan dengan marah dan tangisan. Saat anak meluapkan emosinya, tidak sedikit dari orang tua yang bingung bagaimana cara mengatasinya.

1. Memahami Pemicunya

Hal pertama dan paling penting yang harus dilakukan para orang tua adalah memahami pemicu atau penyebab anak emosi.

Jika Anda sudah mengetahui penyebab kemarahan anak anda, maka anda dapat memberikan nasehat yang tepat. Dengan begitu anak lebih mudah memahami kesalahan akibat dari luapan emosi yang dibuatnya.

 

2. Menyelesaikan Masalah

Selanjutnya Anda juga dapat mengatasi emosi anak dengan cara menyelesaikan masalah yang ada. Berikan waktu kepada anak untuk melampiaskan seluruh amarahnya dan setelah itu cobalah untuk mengajaknya berbicara secara personal dari hati ke hati.

Bertanyalah apa yang membuatnya marah atau mengganggu pikiran dan perasaannya. Minta si kecil menceritakan semuanya dan Anda juga harus belajar menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi anak Anda. Dengan begitu itu anak bisa lebih percaya terhadap anda sebagai orangtua karena dapat mendengarkan ceritanya secara bebas.

 

3.  Memberikan Pilihan kepada Anak

Hal ketiga yang bisa Anda lakukan adalah memberikan pilihan kepada anak untuk mengendalikan emosinya. Anda dapat memberikan pilihan agar dia memilih untuk meluapkannya terlebih dahulu, diam, atau menceritakan apa penyebab kemarahannya.

 

4. Beri Pemahaman

Sebagai orang tua, Anda berkewajiban untuk memberikan pemahaman yang baik kepada anak untuk dapat mengelola emosi dan dirinya dengan mandiri. Hal ini bertujuan agar anak tidak mudah marah dan emosian terhadap sesuatu. Anda juga harus memberikan contoh mengendalikan emosi yang baik di depan anak Anda, karena anak pasti akan meniru orang tuanya.

 

Keempat cara di atas dapat Anda praktikkan saat anak mulai emosi, namun Anda juga harus tetap menyesuaikan dengan sifat dan karakter anak agar dapat diterima dengan baik.