International Humanitarian – Tahukah Anda bahwa ada pelajaran yang tidak kalah penting selain calistung? Maraknya kekerasan seksual, membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan seksual.

Menurut sebuah studi, semakin sering anak terekspos dengan gambar seksual di media, hasilnya, peluang mereka terlibat dalam perilaku seksual sejak usia muda akan lebih besar.

Maka dari itu, pendidikan seksual harus diajarkan sejak dini, walaupun masih dianggap tabu oleh sebagian pihak.P adahal pendidikan seksual sangatlah penting untuk didapatkan anak sejak kecil. Mengapa? Dengan memahami bagian tubuh dan fungsinya, anak akan memiliki otonomi atas tubuhnya lebih lagi, sehingga orang lain tidak bisa melecehkan saat Anda sebagai orang tua tidak bisa selalu mengawasinya.

Namun, bagaimana ya caranya untuk menyampaikan pendidikan seksual sejak dini dengan bahasa yang mudah dipahami anak?

 

1. Berikan Pengetahuan Tentang Bagian Tubuh dan Fungsinya

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah memberikan pengetahuan mengenai bagian tubuh dan fungsinya. Sejak masih kecil, perkenalkan anak dengan semua bagian tubuhnya dengan dijelaskan fungsi-fungsinya.

Selain mengajarkan fungsi bagian tubuhnya, Anda juga bisa mengajarkan pentingnya memiliki otoritas terhadap tubuh masing-masing. Beritahukan bahwa tidak ada yang boleh memegang bagian tubuhnya tanpa izin, yang boleh memegang bagian tubuhnya adalah dia sendiri.

Anda juga harus menekankan bahwa ada beberapa organ vital yang tidak boleh dipegang sembarangan seperti penis, vagina, pantat, payudara. Berikan pengertian, jika ada orang yang memegang tubuh dan hal sensitifnya, jangan diam saja, melainkan harus segera bertindak dan lapor dengan orang terdekat.

 

2. Berikan Informasi Mengenai Aktivitas Seksual

Jika anak sudah beranjak remaja, penting bagi Anda untuk memberikan informasi apa itu aktivitas seksual. Saat beranjak remaja, pasti anak sudah ada indikasi ketertarikan dengan lawan jenis. Nah, Anda harus mulai terbuka dan memberi tahu apa saja aktivitas yang merangsang tindakan seksual seperti berciuman. Katakan bahwa yang boleh berciuman adalah orang dewasa yang akan menikah.

Berikan pengetahuan juga apa akibatnya jika melakukan aktivitas seksual dengan lawan jenis, sel sperma akan bertemu dengan sel telur yang nantinya akan dibuahi dan berkembang menjadi janin. Upaya ini bukan untuk menakuti, melainkan untuk memberikan penjelasan dan gambaran lebih jauh.

 

3. Terbuka

Sebagai orang tua, Anda juga harus memiliki sikap yang terbuka. Jika anak bertanya mengenai aktivitas seksual, jangan langsung memblok dan mengalihkan pertanyaannya. Justru momen itu adalah kesempatan Anda untuk menjelaskan dengan baik, daripada anak mendapatkan informasi dari orang lain atau mencari sendiri di internet.