International Humanitarian – Pernikahan anak merupakan isu yang sangat mengkhawatirkan banyak pihak. Anak dibawah umur sangat dilarang untuk melakukan pernikahan karena dianggap belum cukup dewasa dan siap menjalani kehidupan pernikahan. Beberapa hari terakhir, Indonesia digemparkan dengan munculnya Wedding Organizer Aisha Wedding yang mempromosikan pernikahan di usia dini.

WO Aisha Wedding menyasar orang yang ingin menikah di usia muda agar memiliki hidup lebih baik. Mereka menyebarkan promosi melalui website dan spanduk. Di dalam website mereka menuliskan ajakan untuk menikah siri dan mengajak anak-anak menikah muda. Mereka membuat narasi di spanduk dengan foto sepasang pegantin seperti “Hal indah ini hanya dirasakan oleh kamu yang menikah muda.”

Menanggapi hal ini, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)  meminta seluruh pihak menolak layanan itu, terus melakukan advokasi dan sosialisasi untuk mencegah terjadinya perkawinan anak. Jika disesuaikan dengan Undang-Undang yang ada, Aisha Wedding sudah melanggar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 yang telah direvisi menjadi Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, mereka juga melanggar Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 yang telah direvisi menjadi Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan.

Dalam UU Perkawinan di Indonesia, batas usia yang tercantum adalah 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan. Dapat digolongkan, aktivitas yang dilakukan Aisha Wedding sangat menyimpang dan tidak mendukung pemerintah, karena saat ini pemerintah memang sedang berusaha keras menurunkan angka perkawinan anak. Isu perkawinan anak juga merupakan prioritas Presiden Joko Widodo.

Kehadiran WO ini dengan semua promosinya sangat meresahkan warga Indonesia, karena seakan-akan menanamkan ide di kaum muda bahkan anak Indonesia bahwa menikah itu sangatlah mudah dan tidak perlu memikirkan kehidupan yang akan datang, jika sudah menikah akan lebih bahagia dan tidak merepotkan orang tua.

Perkembangannya saat ini, website WO Aisha Wedding sudah diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika, dna selanjutnya akan terus diusut tuntas oleh pihak yang berwenang agar isu ini tidak meresahkan perempuan dan anak di Indonesia.