International Humanitarian – Situasi di Goma, Republik Demokratik Kongo yaitu letusan Gunung Nyiragongo, menyebabkan banyak anak terpisah dari keluarganya.

Letusan mendadak mengirim lahar mengalir ke daerah berpenduduk di Goma, menghancurkan sekitar 1.000 rumah di 4 desa, 6 sekolah, infrastruktur penting, memutus aliran listrik dan air untuk ratusan ribu orang.

Saat gunung meletus, kebanyakan orang tua seedang bekerja dan meninggalkan anak-anak mereka di rumah, sehingga pada saat kejadian mengerikan tersebut, anak-anak dan orang tua menyelamatkan diri mereka di tempat masing-masing. Banyak orang tua sudha khawatir anaknya tidak selamat saat kejadian tersebut berlangsung.

Sejak 22 Mei, Save The Children telah berusaha untuk menyatukan kembali anak-anak yang terpisah dari keluarganya, dan masih ada 243 anak yang sementara terpisah dengan keluarganya.

Pihak Save The Children menyatakan bahwa keadaan di distrik Goma diperparah dengan munculnya gempa bumi berkelanjutan, sheingga banyak tempat yang sudah hancur. Setengah juta orang tidak tercukupi kebutuhan airnya, yang meningkatkan risiko wabah kolera.

Bencana ini datang saat Republik Demokratik Kongo sudah menjadi tempat bagi salah satu populasi pengungsi terbesar di dunia dan paling banyak di benua Afrika.

Tim Save The Children menemukan banyak anak di penampungan tanpa pendamping yang berisiko mengalami pelecehan atau eksploitasi jika mereka tidak diperhatikan. Mereka juga bisa mengalami trauma karena terpisah dari keluarganya.

Amavi Akpamagbo, Save the Children’s Country Director di DRC, mengatakan bahwa fokus utama orgaisasi ini adalah perlindungan semua anak terutama melalui penelusuran keluarga dan reunifikasi. Selain itu, Save the Children juga memberikan dukungan mental dan psikologis kepada anak-anak yang terkena dampak bencana alam.

Save the Children ada di Goma juga bekerja sama dengan mitra lokal Umoj, Kelompok Kerja Perlindungan Anak, dan aktor lainnya dalam Aksi untuk mendukung penyatuan kembali anak dengan keluarganya.