International Humanitarian – Perubahan cuaca di berbagai daerah menyebabkan terjadinya krisis iklim di seluruh dunia. Di Eropa, India, dan Cina mengalami banjir besar. Kemudian Amerika Utara mengalami panas yang luar biasa. Menurut data dari Save The Children, ada sekitar 710 juta anak di seluruh dunia yang terkena dampak dari krisis iklim kali ini.

Maka dari itu, Save the Children ingin bergerak untuk mendukung dan melindungi anak-anak serta kaum muda yang terkena dampak krisis iklim ini. Selain itu, mereka juga bergabung dengan kongres internasional tahun ini untuk para pemimpin muda, One Young World Summit di Munich untuk memperjuangkan hak anak-anak di dunia.

Pada 25 Juli, Organisasi yang peduli terhadap hak-hak anak menawarkan lokakarya tentang kampanye untuk memberi kaum muda alat untuk memungkinkan suara mereka didengar tentang krisis iklim. Dalam acara tersebut dihadairi berbagai aktivis muda yang peduli terhadap isu ini. Mereka telah memimpin dalam aktivisme iklim dalam beberapa tahun terakhir, berusaha mempengaruhi kebijakan, politisi dan proses, seperti tindakan hukum di hadapan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.

Lokakarya ini akan mengajarkan peserta bagaimana membawa keragaman dan keaslian dalam kampanye iklim. Save the Children telah berhasil mengimplementasikan ini dalam kampanye iklim yaitu “Red Alert” di 11 negara Asia, yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak dan remaja untuk menyuarakan aksi iklim dan berbagi pengalaman mereka tentang krisis iklim dan peristiwa cuaca yang semakin tidak menentu. Krisis iklim dapat mengancam hak anak atas pangan, kesehatan, perlindungan dan pendidikan.

Salah satu warga Eropa bercerita bahwa banjir seperti ini belum pernah terjadi di Jerman sebelumnya, menunjukkan bahwa negara maju pun tidak terhindar dari krisis iklim. Bnajir yang terjadi di Jerman juga berdampak bagi anak-anak.

Beralih ke wilayah lainnya, Kolombia pun dilaporkan terjadi banjir. Di Sungai Guapi, Provinsi Cauca, Kolombia, sudah terkontaminasi oleh sampah dan limbah. Air yang tercemar membahayakan pertanian dan kesehatan penduduk, dan banjir juga mengancam untuk menghancurkan beberapa desa.

Para aktivis iklim juga memberikan hak kepada anak-anak untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi mereka untuk melindungi iklim di sekitar mereka. Anak-anak perlu dilibatkan secara langsung dalam pengambilan keputusan politik. Tidak hanya itu, anak-anak juga perlu memiliki suara untuk masa depan mereka, terutama mereka yang tumbuh langsung di garis depan krisis iklim.