International Humanitarian – Jalur gaza merupakan daerah konflik antara Palestina dan Israel yang sangat mencekam. Banyak anak-anak sudah menjadi korbannya dan akan terus menanggung beban. Anak-anak di sana mengalami ketakutan, kecemasan, khawatir, dan kurang tidur. Pada awal bulan Mei dilaporkan ada 65 anak Palestinda dan dua anak Israel tewas di Gaza.

Lima puluh satu sekolah di Gaza rusak akibat serangan udara dan tiga lainnya dilaporkan rusak di Israel. Banyak sekolah terpaksa ditutup karena ekskalasi gencatan senjata. Ribuan keluarga mengungsi karena hal tersebut.

Anak-anak yang terus-menerus hidup dalam ketakutan akan kekerasan dapat menderita kecemasan yang berlangsung lama dan mengembangkan respons fisiologis terhadap stres yang dapat memiliki efek jangka panjang.

Kekerasan tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Serangan terjadi siang dan malam, sehingga anak-anak terpaksa bersembunyi sepanjang waktu, dan mereka takut mendengar bunyi bom yang terus-menerus. Semua anak-anak membutuhkan waktu pulih yang lumayan lama.

Banyak orang tua disana khawatir melihat anak mereka menangis, menggigil, dan takut, dimana mereka juga tidak bisa mengatasi konflik yang sedang terjadi. Eskalasi baru-baru ini telah menyebabkan situasi yang benar-benar memilukan bagi puluhan ribu orang.

Save the Children di sana menyatakan bahwa ada kebutuhan yang mengkhawatirkan di Gaza seperti dukungan psikososial untuk anak-anak dan keluarga. Bentuk dukungan ini dapat membantu mereka mengekspresikan ketakutan mereka dalam lingkungan sosial seperti keluarga dan teman.

Dengan dukungan yang tepat, secara umum sebagian besar anak-anak dan orang dewasa akan dapat mengatasinya. Namun dalam situasi ekstrim seperti ini, lebih banyak anak tidak dapat mengatasi tanpa perawat ahli.

Dukungan psikososial di Gaza terbatas dan dukungan spesialis untuk anak-anak hampir tidak tersedia, maka dari itu Save the Children mendesak para pemberi bantuan untuk meningkatkan pendanaan untuk dukungan kesehatan mental bagi anak-anak. Direktur Save the Children di Palestina, mengatakan bahwa komunitas internasional perlu memperhatikan kesejahteraan anak-anak.

Komunitas internasional harus bekerja dengan semua pihak untuk mencapai solusi jangka panjang. Semua pihak harus menegakkan persamaan hak bagi anak-anak Palestina dan Israel, agar semua anak di wilayah ini dapat hidup dengan damai.