International Humanitarian – Anak-anak yang menyandang disabilitas berbeda dengan anak normal. Tidak hanya fisik atau mental yang berbeda, namun juga kebutuhan mereka berbeda. Bahkan setiap anak penyandang disabilitas pun tidak sama. Berbeda keadaaan juga berbeda kebutuhan yang diperlukan. Penyandang disabilitas juga membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus. Anak dengan kebutuhan khusus tidak seharusnya kita kucilkan, justru seharusnya kita dukung mereka agar bisa maju bersama dengan kemampuan dan talenta luar biasa yang mereka miliki.

Kementrian Sosial memberikan bantuan bagi anak penyandang disabilitas langka

Kemensos Berikan Bantuan Bagi Anak Penyandang Disabilitas Langka

Pada tanggal 13 Oktober 2020,  Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas memberikan dan menyerahkan Bantuan Kebutuhan Dasar Anak Penyandang Disabilitas Langka serta 50 paket Bantuan Sosial Sembako melalui Komunitas Indonesia Rare Disorders (IRD) di Balai RW 09, Kel. Utan Kayu Selatan, Kec. Matraman, Jakarta Timur.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, menyerahkan bantuan langsung kepada perwakilan Komunitas IRD. Sebagai tambahan informasi saja, IRD adalah komunitas yang mewadahi orang tua dengan anak penyandang disabilitas langka. Komunitas ini memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, serta penerimaan bagi anak-anak dengan penyakit langka. Sekarang IRD sudah mempunyai anggota sekitar 300 orang yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri.

Di tengah pandemi seperti ini, Kemensos menyadari bahwa semua pihak membutuhkan bantuan termasuk anak penyandang disabilitas. Maka dari itu, pemberian bantuan ini menjadi tanggung jawab Kemensos dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas. Penasehat DWP menyadari bahwa di tengah musim yang tidak menentu seperti ini, anak-anak penyandang disabilitas butuh perawatan yang lebih baik lagi.

Bantuan sembako yang diberikan berisi beras, biskuit, minyak goreng, mie instan, sarden, susu kental manis, dan sabun. Untuk bantuan kebutuhan dasar anak disabilitas diberikan simbolis kepada 3 anak yang semuanya menyandang disabilitas langka yaitu Penyandang Duchenne Muscular Dystrophy (DMD), Penyandang Waardernberg Syndrome atau Sindrom Mata Biru, dan Penyandang Cycle Syndrome.

Untuk penyandang DMD mendapatkan 1 Unit Disposabel AUMBAG, 1 Toilet Portabel Urinoir, 4 Dus Urinoir Portabel. Kemudian untuk penyandang Waardernberg Syndrome mendapat bantuan berupa 3 Pack Susu Milo 700 gram, 50 Baterai Alat Bantu Dengar ABDI. Terakhir bantuan untuk penyandang Cycle Syndrome berupa 4 Pack Pampers Many Poko isi 28, 3 Pack Susu SGM 5 Plus 900 gram.

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, menyatakan pemberian bantuan ini merupakan bagian dari hasil refocusing anggaran di Kemensos untuk pemberian bantuan kepada masyarakat rentan yang terdampak pandemi. Pihak Kemensos juga menyatakan bahwa anak-anak dengan penyakit langka tidak hanya memiliki gangguan fungsi fisik tetapi juga sosial ekonomi, bahkan rentan akan perlakuan-perlakuan salah dari lingkungan.

Sehingga sudah menjadi tugas Kemensos untuk hadir langsung dan peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Negara harus hadir memenuhi hak mereka sebagai warga negara. Diharapkan Kemensos dapat terus hadir bersama masyarakat untuk emmebrikan perlindungan sosial bagi perkembangan anak berkebutuhan khusus.