International Humanitarian – Berita terkini datang dari anak-anak di Irak. Hampir 2.000 anak di bawah 10 tahun di Irak telah terinfeksi varian baru virus COVID-19 hanya dalam dua minggu.

Meningkatnya jumlah bayi dan anak-anak di Irak dilaporkan telah terinfeksi oleh COVID-19 dengan varian baru yang ada di Inggris. Menurut penelitian, varian baru ini memang bisa menular ke semua kalangan usia bahkan anak-anak.

Menurut Kementerian Kesehatan Irak, ribuan kasus telah tercatat di antara anak-anak sejak penemuan varian di Irak secara resmi diumumkan pada 15 Februari. Jumlah anak-anak yang terserang virus ini meningkat 15,7% dalam dua minggu saja. Dikhawatirkan masih banyak kasusyang belum diketahui oleh dokter maupun pihak rumah sakit, sehingga jumlah saat ini hanyalah sebagian kecil dari anak-anak yang terserang varian baru COVID-19.

Melonjaknya kasus penyebaran virus ini juga membuat tenaga medis khawatir jika anak-anak tidak mendapatkan akses penanganan yang tepat untuk isolasi dan pengobatan lanjutan, karena varian baru ini sangat mudah sekali menyebar.

Kementerian Kesehatan Irak melaporkan bahwa virus tersebut telah menyebar dengan cepat ke seluruh desa dan kota di Irak. Tingkat infeksinya juga sudah sangat tinggi.

Perwakilan Save The Children yang ada di Irak juga turut aktif berkontribusi memerangi virus ini. Bahaya virus yang dapat ditularkan saat anak-anak bersekolah juga menjadi perhatian Save The Children.

Sebagai bentuk kerjasama menanggulangi wabah dunia ini, Save The Children meminta dukungan untuk memperbanyak dan mempermudah akses ke alat perlindungan kesehatan, memberi disinfeksi dan sanitasi di sekolah-sekolah. Selain dukungan dalam bentuk barang, Save The Children juga terus menyerukan agar semua wrga dan anak-anak saat bersekolah menerapkan aturan jaga jarak untuk mneghentikan penyebaran virus COVID-19.

Sudah banyak bayi dan anak yang meregang nyawa karena terinfeksi varian baru COVID-19. Dengan begitu, sistem kesehatan di Irak juga harus semakin diperkuat sebelum nantinya akan sangat kewalahan. Perwakilan Save The Children yang ada di Irak juga memberikan usulan kepada Kementerian Kesehatan Irak untuk memprioritaskan vaksinasi bagi petugas kesehatan, guru, dan mereka yang berhubungan langsung dengan anak-anak.