International Humanitarian – Tampil di depan umum untuk anak-anak merupakan hal yang harus dilatih sejak dini, karena hal tersebut sesuatu yang baru untuk mereka.

Melatih anak untuk berani tampil di depan banyak orang sangat penting karena dapat mempengaruhi keberaniannya di masa depan kelak. Selain itu, komunikasi merupakan kunci utama kita bisa bertahan hidup dan bersosialisasi dengan orang lain.

 

1. Ajak Bicara dalam Lingkup Keluarga

Cara yang paling mudah adalah mengajak anak berani bicara di lingkup terkecil yaitu keluarga. Libatkan anak dalam diskusi keluarga. Ajak mereka untuk berani menyampaikan pendapat dengan orang yang sudah si anak kenal. Anda bisa mulai dari hal-hal yang sederhana seperti berdiskusi tentang apa yang mereka tonton atau inginkan. Biarlah diskusi menjadi kebiasaan baik bagi anak sejak kecil.

 

2. Berkenalan dengan Orang Lain

Hal yang kedua adalah biasakan anak berkenalan dengan orang lain. Jika ada kesempatan untuk mengajak anak bertemu dengan orang lain, atau ketika sedang berada di tempat umum, dorong anak untuk berkenalan dengan anak yang lain. Namun sebelumnya, Anda sebagai orang tua juga harus memberikan contoh terlebih dahulu. Contohnya ketika sedang berada di tempat umum, orang tua bisa menyapa orang lain terlebih dahulu.

Jangan larang anak Anda jika ingin berkenalan dengan anak lain. Bersikaplah terbuka terhadap keinginan anak, serta dukung keberanian anak.

 

3. Melatih Anak Berani di Acara Keluarga

Ketiga adalah melatih anak berani tampil di acara keluarga. Biasanya jika di acara-acara keluarga, anak-anak kecil dimita untuk menari, bernyanyi, bahkan berbicara di panggung. Kesempatan tersebut merupakan waktu yang tepat untuk mengasah keberanian anak tampil di depan umum.

Dukung mereka, berikan pujian setelah berhasil melakukannya, dan pastinya harus memberikan masukan-masukan yang baik untuk perkembangannya. Semakin sering anak berlatih, maka anak juga akan semakin terbiasa untuk tampil di depan umum, sehingga bisa mengatasi rasa tidak percaya diri dan nervous nya.

 

Ketiga cara tersebut merupakan cara yang paling sederhana yang bisa Anda coba aplikasikan. Sesuaikan tips tersebut dengan kepribadian dan perkembangan si kecil. Jangan sampai Anda memaksakan atau menggunakan cara yang salah, karena hal itu akan membekas hingga dewasa.