International Humanitarian – Banyak orang tua yang khawatir anaknya semakin beranjak usia belum bisa membaca, menulis, dan menghitung, atau disingkat calistung. Apalagi dengan adanya COVID-19 yang mengharuskan anak belajar dari rumah, sehingga orang tua harus menjadi guru bagi anaknya. Kebanyakan orang tua yang memiliki anak di jenjang Taman Kanak-Kanak atau TK yang akan beranjak ke jenjang Sekolah Dasar (SD) khawatir akan kemampuan calistung dari sang anak. Nah, sebenarnya bagaimana cara yang paling baik dan efektif untuk mengajari anak calistung sejak dini?

 

1. Perhatikan Usia

Pakar: Belajar Calistung Terlalu Dini Merusak Tatanan Otak Anak

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah perhatikan usia anak Anda, apakah sudah pantas mendapatkan atau diajarkan calistung. Banyak para ahli psikolog yang menyarankan jangan memaksa anak jika belum waktunya, karena balita dan anak-anak masih membutuhkan porsi bermain yang lebih banyak daripda belajar.

Jadi, perhatikan usia dan kemampuan anak untuk memulai edukasi calistung. Anak usia 1-2 tahun memang belum saatnya belajar calistung, lebih baik mereka diberikan banyak permainan yang menstimulus semua indera mereka bekerja dengan baik. Kemudian di usia 3-4 tahun mulai kenalkan dengan angka dan huruf perlahan.

Pada usia 5-7 tahun, anak sudah harus bisa menulis kata-kata yang sederhana dan menghitung setidaknya hingga angka 20. Selanjutnya usia 7-10 tahun persiapkan kemampuan membaca anak yang lebih baik lagi.

 

2. Belajar yang Menyenangkan

Ibu, Begini 9 Tahapan Mengajarkan Anak Membaca, Menulis, dan Berhitung | BukaReview

Tips yang kedua adalah ajak anak belajar sambil bermain. Masukkan materi calistung dalam kegiatan bermain anak, agar anak dapat menerima dengan mudah dan tidak membosankan. Selain itu, Anda juga bisa mengajari anak calistung pada saat melakukan kegiatan sehari-hari.

Contohnya meminta anak membantu memindahkan sendok dari satu tempat ke tempat yang lain dengan dihitung jumlahnya. Dengan begitu, secara tidak langsung, anak sudah dilatih untuk berhitung dan sensor motorik juga dilatih dalam memindahkan barang.

Kemudian untuk kegiatan membaca. Sebagai ornag tua, Anda juga harus menjadi contoh yang baik bagi anak karena mereka biasanya akan meniru keluarganya. Bacakan buku dongeng atau cerita kepada anak secara berkala, biasanya buku cerita bergambar, sehingga anak tertarik untuk ikut membaca sambil melihat gambar yang lucu-lucu.

Jadikan anak Anda gemar membaca bukan membaca untuk belajar, karena nanti ketika dewasa, anak akan dituntut membaca lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga gemar membaca harus ditanamkan kepada anak sejak dini.

Sedangkan untuk ketrampilan menulis, Anda harus perlahan mengajarinya. Anda juga dapat menggunakan media aplikasi belajar menulis untuk anak-anak di smartphone Anda. Setelah mengenal huruf dan angkanya, cobalah ajarkan menulis di atas kertas.

 

3. Jangan Pasang Standar Tinggi

Mengapa Anak Senang Meniru Orangtua? - Semua Halaman - Nakita

Tips yang ketiga adalah jangan pasang standar terlalu tinggi kepada anak. Banyak ornag tua sangat berambisi kepada anaknya. Ketahuilah bahwa semua harus dilakukan perlahan, tidak ada yang instan, karena bagi anak-anak calistung merupakan sesuatu yang baru mereka kenal.

Jangan sampai karena Anda sebagai orang tua terlalu memasang standar yang tinggi untuk anak, justru anak sulit memahami calistung di usianya.

Semoga tiga tips di atas dapat membantu Anda untuk tidak khawatir terhadap kemampuan calistung anak dan mengajarkan calistung kepada anak dengan cara dan pendekatan yang tepat.