International Humanitarian – Berita menyedihkan datang dari Haiti, hampir tiga minggu sejak gempa, ribuan orang kelaparan dan tidur di luar rumah.┬áKekerasan terhadap anak perempuan dan perempuan mulai meningkat di Haiti setelah dilanda gempa hampir tiga minggu yang lalu. Banyak orang berusaha untuk bertahan hidup.

Bahkan sebelum terjadi gempa bumi, kekerasan berbasis gender dipandang sebagai salah satu risiko tertinggi bagi anak perempuan dan perempuan di bagian selatan provinsi, dengan eksploitasi seksual di beberapa bagian dan perempuan takut untuk pergi keluar pada malam hari. Di beberapa bagian negara itu, perempuan dan anak perempuan sudah hidup dengan ketakutan bahwa mereka bisa menjadi korban setiap saat.

Adanya gempa bumi justru memperburuk situasi karena ribuan orang masih tidur di luar dan sangat membutuhkan makanan, air bersih, tempat tinggal dan dukungan kesehatan mental. Situasi di sana listriknya padam, toilet digunakan secara bersama-sama, dan fasilitas kesehatan belum memadai. Situasi di sana membuat anak-anak dan perempuan putus asa, tidak hanya bencana alam, tetapi ada eksploitasi seksual.

Save The Children yang ada di sana membutuhkan tindakan segera untuk melindungi perempuan dan anak perempuan, dan memastikan mereka memiliki akses ke layanan kesehatan medis dan mental. Warga di sana juga membutuhkan dukungan ekonomi untuk melanjutkan hidup mereka.

Unit Kesehatan Darurat Save the Children telah dikerahkan ke daerah tersebut untuk memberikan perawatan kesehatan dan berfokus menangani pencegahan kekerasan (seksual) terhadap anak perempuan dan perempuan. Selain itu pihak Save The Children juga menghimbau kepada masyarakat dunia untuk turut membantu sesama kita di Haiti. Apalagi sekarang keadaannya diperparah dengan merebaknya virus COVID-19. Diharapkan negara-negara di dunia dapat mendukung aksi bantuan untuk Haiti, karena masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi memerlukan dukungan dari berbagai pihak.