International Humanitarian – COVID-19 di India nampaknya tidak hanya meresahkan maslaah kesehatan dan ekonomi, tetapi juga perlindungan anak dan perempuan menjadi masalah yang semakin menyeramkan. Karantina wilayah di India justru membuat beberapa orang tua disana memaksakan pernikahan dini untuk anak-anak mereka yang di bawah umur.

Ada seorang anak perempuan berumur 13 tahun, berinisial “R” yang dipaksa orang tuanya menikah, bahkan sudah dicarikan jodoh oleh orang tuanya. Rani sekarang duduk di bangku SMP kelas 2. Ada banyak penyebab mengapa orang tua memaksa dia menikah di usia dini.

Bagi sebagian besar anak India, sekolah merupakan tempat paling aman bagi mereka, terutama anak perempuan, mereka bisa menimba ilmu tanpa harus memikirkan masalah pernikahan dini. Namun semenjak masa pandemi, semua sekolah dirumahkan, usaha ditutup, diberlakukan karantina wilayah, membuat anak perempuan tidak memiliki tempat berlindung lagi.

Dengan adanya masa karantina wilayah, juga perekonomian menjadi chaos, dan semua keluarga bahkan orang berusaha mencari penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka. Anak perempuan berinisial “R” ini dipaksa menikah dini karena dia baru saja kehilangan ayahnya dan sebelum itu sudah dijodohkan oleh keluarga, karena sebagian besar orang tua di sana beranggapan, jika anak perempuannya sudah menikah dan ikut dengan suaminya, bisa membantu keluarganya, dan beban keluarga perempuan juga berkurang, karena anak perempuannya sudah menjadi tanggung jawab orang lain.

Namun akhirnya “R” berhasl menggagalkan pernikahannya bahkan pernikahan temannya yang senasib dengan dia, dengan cara meminta bantuan dari organisasi non-profit di India.

Selain meningkatnya pernikahan dini, pekerja anak juga jumlahnya turut meningkat. Lagi-lagi hal ini didorong oleh faktor ekonomi. Seorang ayah disana, rela mengantarkan anaknya untuk diserahkan ke penyalur tenaga kerja, dna anak tersebut harus bekerja di tempat pembuat gelang. Ayah ini terpaksa menyerahkan anaknya demi membantu dia yang hanya seorang tukang becak untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Sebenarnya dua perbuatan kejam di atas dilarang di India. Namun peraturan yang dibuat sering dilanggar oleh orang-orang dalam pemerintah atau yang kenal dengan para pejabat di daerahnya, sehingga pekerja anak di India terus meningkat dan perlindungan terhadap anak dan perempuan terus menurun.