International Humanitarian – India sudah memiliki populasi terbesar yang menghadapi kekurangan pangan di dunia, dengan perkiraan 189 juta orang di India sudah kekurangan gizi sebelum pandemi dimulai.

Jumlah anak yang hidup dalam kemiskinan dan kelaparan di India semakin banyak karena lonjakan kasus COVID-19.

Menurut Save The Children, dengan jumlah kematian melebihi 200.000 dalam seminggu di India, berisiko mendorong banyak anak dan keluarga ke dalam kemiskinan.

Penelitian yang diterbitkan bulan lalu menemukan bahwa tingkat kemiskinan India dapat meningkat hingga 0,6% jika penanganan COVID-19 tidak ketat. Namun jika diterapkan penanganan yang ketat, kemiskinan dapat meningkat hingga 7%.

Meskipun anak-anak berisiko lebih rendah tertular COVID-19, tetapi keluarga dan perubahan sosial yang terjadi juga mempengaruhi mereka.

Meningkatnya kemiskinan, kurangnya akses ke makanan dan sistem kesehatan yang terganggu dapat berdampak buruk pada jutaan anak, Save the Children memperingatkan. Anak-anak yang sakit mungkin tidak mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan karena rumah sakit kewalahan oleh kasus COVID-19, dan anak-anak mungkin terpaksa putus sekolah dan mencari pekerjaan untuk menambah pendapatan keluarga.

Anak-anak yang tidak bersekolah berisiko lebih tinggi menjadi korban berbagai bentuk pelecehan seperti pernikahan anak, pekerja anak, dan eksploitasi.

Save The Children di India menyatakan bahwa krisis di India terus berlanjut di luar kendali, dampaknya terhadap anak-anak juga menjadi semakin serius.

Lonjakan infeksi COVID-19 memaksa pemerintah melakukan tindakan ketat yang telah melemahkan ekonomi dan memperburuk situasi ekonomi. Pandemi COVID-19 ini sangat menghancurkan kemajuan yang sudah dicapai India dalam mengurangi angka kemiskinan.

Sistem kesehatan di sana pun kurang memadai untuk melindungi rakyat yang rentan. Diprediksi akan banyak anak yang kehilangan orang tua atau anggota keluarganya. Banyak keluarga tidak bisa megatasi masalah ini, termasuk pemerintah.

Save the Children di India telah bekerja sama dengan pemerintah India untuk menanggapi krisis dengan membangkitkan kesadaran tentang pencegahan, tindakan pengendalian, dan vaksinasi COVID-19.

Selain itu, juga bekerjasama untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi dan pernikahan anak. Organisasi tersebut berencana untuk meningkatkan program kesehatan dengan memberikan dukungan medis yang menyelamatkan jiwa seperti pusat karantina, ambulans, makanan, dan dukungan psikososial untuk anak-anak.