International Humanitarian – Keadaan di Afghanistan membuat semua orang resah, tidak hanya rakyat Afghanistan tetapi juga warga dunia. Pada saat Taliban akhirnya merebut pemerintahan Afghanistan, negara itu sangat kacau balau, banyak warganya yang ingin segera meninggalkan Afghanistan.

Tentara Amerika Serikat yang ditugaskan di Afghanistan juga turut membantu warga yang membutuhkan pertolongan di tengah hiruk pikuk keadaan di sana. Mereka hadir untuk mengevakuasi warga Afghanistan yang bekerja dengan negara barat, setelah Taliban berhasil menduduki Kabul.

Ada beberapa momen aksi tentara AS yang tertangkap kamera seperti menolong seorang bayi yang sakit untuk dibawa ke rumah sakit terdekat, mengevakuasi 185 anak terlantar di Afghanistan untuk diungsikan ke Qatar.

Bayi yang ditolong oleh Marinir asal AS tersebut dibawa ke rumah sakit Norwegia yang ada di bandara dan setelah sembuh dikembalikan lagi ke ayahnya. Kejadian tersebut sempat di video dan akhirnya viral di media sosial. Setelah video amatir tersebut beredar luas, militer AS merilis beberapa foto resmi tentara lain membantu anak-anak dari orang-orang yang melarikan diri dari Afghanistan. Dalam foto tersebut terlihat salah satu prajurit duduk dengan menggendong bayi di lengannya. Ada juga dua tentara wanita Amerika menggendong bayi di lengan mereka, dan foto tentara AS memberikan air minum kepada seorang anak kecil.

Tentara AS nampaknya tidak hanya membantu anak-anak yang membutuhkan pertolongan, tetapi mereka juga membantu mereka bertemu dengan keluarga setelah anak-anak terpencar dari orang tuanya. Kekacauan pisahnya anak dengan orang tua di sana dimulai karena kepanikan di bandara Kabul. Kehadiran tentara AS disana sangat membantu menyatukan keluarga yang terpencar.

Semua angota keluarga yang akhirnya dapat bersatu kembali sangat bahagia dan merasa aman, dapat dilihat dari senyuman mereka yang tertangkap kamera. Warga dunia juga menyerukan agar permasalahan di Afghanistan cepat diselesaikan, jika perlu dengan bantuan-bantuan dari pihak luar. Kesejahteraan anak-anak di sana semakin hari semakin miris, ditambah dengan keberadaan COVID-19.