International Humanitarian – Data PBB melaporkan ada sekitar 4,4 juta orang di Nigeria Timur yang kekurangan bahan makanan. Hal ini terjadi karena adanya serangan militer yang memaksa para petani untuk meninggalkan tanah mereka. Tidak hanya itu,┬ádiperkirakan 2,3 juta anak dan remaja, termasuk sekitar 700.000 anak balita, kelaparan di negeri tersebut.

Diperkirakan ada sebanyak 2,2 juta orang telah meninggalkan rumah mereka karena kekerasan. Mereka yang meninggalkan keluarga dan anak-anak membutuhkan makanan, tempat tinggal yang aman dan pastinya pendidikan bagi anak-anak mereka.

Krisis di Nigeria terjadi pada saat dunia menghadapi krisis kelaparan terbesar di abad ke-21, dengan perkiraan 5,7 juta anak balita di ambang kelaparan di seluruh dunia. Kemudian 13 juta anak di bawah 18 tahun menghadapi kekurangan makanan yang ekstrem.

Anak-anak dan perempuan di sana kondisinya lebih rentan pada saat penyerangan dan pemindahan. Banyak anak perempuan yang dinikahkan di bawah umur, menghadapi risiko tertinggi untuk kekerasan berbasis gender, pelecehan fisik dan seksual. Parahnya lagi, karena kondisi keluarga yang menyedihkan di sana, banyak anak dipaksa untuk putus sekolah dan menghapus mimpi mereka.

Pihak Save The Children di Nigeria menyatakan bahwa situasi di Nigeria Timur sangat mengerikan, terjaid krisis kemanusiaan. Banyak anak telah menderita, mengalami kekerasan, bahkan meninggal. Selain itu, keadaan di sana juga diperparah dengan merebaknya COVID-19, akibatnya banyak rakyat yang kehilangan mata pencaharian. Efek COVID-19 juga dikhawatirkan akan memperparah krisis pangan di negara tersebut.

Save The Children menyerukan kepada Pemerintah Federal dan Negara Bagian untuk memastikan bahwa para petani harus didukung dan dilindungi, sehingga mereka dapat mengolah tanah, dan memberi makan keluarga dan komunitas mereka.

Save The Children telah memberikan bantuan makanan dan layanan perlindungan kepada lebih dari 320.000 anak-anak dan keluarga secara teratur. Save the Children tetap berkomitmen untuk bekerja dengan pihak berwenang untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang mendesak dan menyelamatkan jiwa bagi anak-anak dan keluarga mereka yang membutuhkan.