International Humanitarian – Keadaan di Myanmar saat ini sangat tidak menguntungkan berbagai pihak. Kudeta junta militer terus terjadi lebih kejam bahkan memakan banyak korban jiwa dari segala rentang usia.

Menurut data terkini, sudah lebih dari 100 orang terbunuh karena kudeta tersebut, dan sekitar 40 anak di Myanmar tewas karena aksi junta militer.

Saat ini Aung San Suu Kyi yang ditangkap oleh junta militer akan mulai disidang dan diproses secara hukum atas tuduhan yang dibebankan kepadanya dan beberapa orang lainnya. Diberitakan bahwa Aung San Suu Kyi dituduh mempunyai walkie talkie secara ilegal serta melanggar himbauan pembatasan aktivitas untuk memutus mata rantai COVID-19. Tidak dapat dipastikan apakah Aung San Suu Kyi mengetahui kejadian yang terjadi di luar tempat dia ditahan.

Tentara bersenjata di Myanmar bisa kapan dan di mana saja menyerang warga Myanmar, di jalan-jalan bahkan di dalam rumah. Berita yang sedang disoroti dunia adalah, semakin banyak anak-anak yang menjadi korban bahkan yang terkecil usianya adalah 1 tahun.

Kesaksian dari keluarga korban anak kecil umur 7 tahun yang dibunuh para polisi, membenarkan bahwa para aparat militer tiba-tiba menggerebek rumah mereka. Saat si anak ketakutan, dia berlari ke pelukan sang ayah. Namun saat berlari, dirinya langsung dipukul dan ditembak oleh junta militer.

Bayi berumur 1 tahun terkena tembakan peluru karet di matanya sehingga akibatnya sangat parah. Ada juga anak-anak yang lain ditembak di jalan saat bermain atau sedang berjalan di dekat rumah mereka. Save The Children selalu memperhatikan situasi yang terjadi di Myanmar, dan mereka sangat khawatir akan keselamatan anak-anak di sana. Tidak hanya situasinya yang tidak aman bagi anak-anak, namun kesehatan mental anak juga akan terganggu dengan melihat kejadian kejam di depan mata mereka langsung.

Anak-anak disana mengalami stress dan trauma yang sangat besar karena melihat kekerasan yang sangat kejam terjadi. Maka dari itu kudeta yang dilakukan di Myanmar sudah berkali-kali dikecam oleh berbagai negara di dunia. Sampai saat ini pun masyarakat Myanmar terus menyerukan untuk Aung San Suu Kyi dibebaskan daripada mereka lebih menderita di bawah kepemimpinan junta militer yang menewaskan banyak korban jiwa.