International Humanitarian

Sekelompok ibu-ibu remaja dan ibu muda yang sedang hamil di Uganda berkumpul dan menyuarakan keinginan mereka untuk dapat kembali belajar. Hari ini ribuan anak di lebih dari 50 negara di seluruh dunia akan bergabung dengan mereka untuk mengambil tindakan memperjuangkan pendidikan mereka.

Di Uganda, anak perempuan yang hamil sering putus sekolah, karena pemerintah mengharuskan mereka untuk keluar dari sekolah saat hamil.

Menghadapi fenomena ini, kelompok yang terdiri dari 52 remaja ibu dan ibu hamil telah berhasil menghimbau untuk kembali mengikuti pembelajaran susulan agar mereka mendapatkan kesempatan untuk kembali bersekolah.

Peraturan disana menetapkan perempuan yang sedang hamil maupun sudah melahirkan tidak dapat melanjutkan pendidikannya, padahal mereka sangat ingin mendapatkan pendidikan formal.

Save the Children mendukung para perempuan di West Nile untuk menyuarakan keinginan kembali ke sekolah dalam lingkungan yang aman demi masa depan mereka. Selain itu mereka juga menginginkan adanya ruang ramah anak untuk anak-anak mereka bermain sambil belajar, pengasuhan anak, bantuan perlengkapan sekolah seperti buku dan pulpen selama mereka belajar.

Save the Children menyerukan kepada pemerintah, orang tua dan masyarakat untuk menghilangkan hambatan bagi semua anak, termasuk gadis hamil dan ibu muda, untuk kembali ke pendidikan, sebagaimana diatur dalam Konvensi PBB tentang Hak Anak. CEO Save the Children menyatakan bahwa faktanya, ribuan anak di seluruh dunia saat ini menuntut hak dasar mereka atas pendidikan, dengan begitu diharapkan semua pemimpin memprioritaskan pembelajaran anak-anak di dunia.

Organisasi anak yang lain juga mendesak para pemimpin G7 untuk menempatkan masa depan anak perempuan di depan dan pusat pengambilan keputusan mereka di KTT G7 dan seterusnya.

Sekarang semua keputusan dihadapkan kepada para pemimpin G7 – sebagai negara pemberi bantuan terbesar di dunia. Hal ini sekaligus untuk  menunjukkan bahwa mereka mendengarkan suara anak-anak, membuat komitmen nyata untuk mengubah target yang mereka tandatangani dalam Deklarasi Pendidikan Anak dan Perempuan G7. Diharapkan seluruh pemerintah di dunia semakin sadar untuk meningkatkan anggaran pendidikan mereka, anak-anak harus diutamakan.