International Humanitarian– Indonesia sebagai negara besar yang memiliki jumlah populasi terbesar urutan keempat dunia tentunya memiliki berbagai tantangan.

Selain itu Indonesia juga termasuk negara dengan bonus demografi, karena memiliki banyak penduduk yang berusia produktif.

Namun, meskipun banyak usia produktif nya, masih terdapat banyak pernikahan muda yang berstatus pengangguran.

Sehingga seringkali kesejahteraan dan kesehatan anak menjadi masalah besar yang sampai saat ini masih memprihatinkan di Indonesia.

Peringkat Kesejahteraan Anak Indonesia Menurut WHO

Baru-baru ini World Health Organization (WHO) menerbitkan peringkat kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia sebagai peringkat ke 117 dunia.

Organisasi kesehatan dunia tersebut mengukur indeks kesehatan dan kesejahteraan melalui beberapa faktor seperti pertumbuhan anak, tingkat kelangsungan hidup anak.

Selain itu hal yang menjadi faktor lainnya adalah kelahiran anak remaja, kematian ibu, kekerasan anak, dan pertumbuhan gizi.

Adapun upaya yang dilakukan oleh WHO tersebut adalah untuk memastikan bahwa hak utama anak terpenuhi.

Seluruh anak di dunia berhak untuk mendapatkan pengasuhan yang terbaik dari orang tua maupun dari hak asuh.

Dari 180 negara yang diteliti oleh WHO, Norwegia merupakan negara dengan kesehatan dan kesejahteraan anak peringkat pertama dunia.

Sementara peringkat kedua diraih oleh negeri ginseng, Korea Selatan dan yang ketiga adalah Belanda.

Ketiga negara tersebut mendapat peringkat terbaik dalam indeks perkembangan anak karena didukung oleh pendapatan atau berpenghasilan tinggi.

Negara-negara di benua Afrika seperti Somalia, Chad dan Republik Afrika Tengah memperoleh peringkat tiga terakhir yaitu 178, 179 dan 180.

Indonesia tepat berada satu tingkat diatas Somalia yaitu peringkat ke-177. Hal ini sangat dipengaruhi oleh jumlah pendapatan atau penghasilan yang rendah.

Faktor lain yang mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan anak yang dipertimbangkan adalah iklim dan udara di lingkungan anak bertumbuh.

Selain mengukur tingkat kesejahteraan dan kesehatan anak, dalam penelitiannya, WHO juga sekaligus meneliti tentang tingkat emisi karbon.

Indonesia masih termasuk dalam posisi aman emisi karbon, yaitu berada pada peringkat ke 78.

Sementara ketiga negara peringkat pertama Kesejahteraan anak sebelumnya justru berada pada posisi negara dengan emisi karbon tinggi.

Adapun 17 negara yang termasuk dalam tingkat emisi karbon tinggi adalah Singapura, Rusia, Korea Selatan, Turkmenistan, Oman, Estonia, Kanada, Luxembourg, Kazakhstan, Amerika Serikat, Australia.

Negara penghasil minyak seperti Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Trinidad and Tobago dan Qatar merupakan penghasil emisi karbon tertinggi.