International Humanitarian – Saat ini sebagian besar negara di dunia sedang menghadapi perubahan iklim. Keadaan ini nampaknya berdampak buruk dan mengguncang beberapa negara, karena banyak anak dan keluarga yang tidak siap menghadapi perubahan tersebut.

Sekitar 710 juta anak di dunia berisiko tinggi menderita di perubahan iklim ini. Menurut laporan Save The Children di Somalia, anak-anak di sana terkena dampak kekurangan makanan, berbagai penyakit, kelangkaan air, atau risiko bencana alam yaitu banjir.

Save The Children menganalisis, ratusan juta anak di bawah usia 18 tahun tinggal di wilayah di mana perubahan iklim sangat memengaruhi kehidupan mereka. Dampak krisis produksi pangan kemungkinan besar akan menyebabkan kelangkaan pangan lokal dan kenaikan harga.

Lebih dalam lagi, Save The Children memprediksi beberapa hal yang akan terjadi di berbagai belahan bumi. 70% negara yang menghadapi risiko tinggi dampak iklim berada di Afrika. Kemudian dampak perubahan iklim memperburuk situasi di Yaman. Lalu Anak-anak di Bangladesh sangat rentan terhadap banjir, topan, dan kenaikan permukaan laut. Malaria dan demam berdarah sudah menjangkiti anak-anak di Republik Demokratik Kongo. Terakhir cuaca ekstrim bisa memperparah semuanya.

Maka dari itu Save The Children menyerukan agar dunia memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yang terkena dampak perubahan iklim mulai dari sekarang. Save The Children mendesak agar pada saat KTT Hari Bumi tanggal 22 April, para pemimpin dunia mendengarkan apa yang terjadi pada anak-anak yang terpinggirkan. Berikut beberapa masukan dari Save The Children untuk para pemimpin dunia :

  • Mengakui bahwa krisis iklim adalah krisis hak-hak anak yang mempengaruhi anak-anak pertama dan terburuk.
  • Meningkatkan pembiayaan untuk menanggulangi iklim, terutama untuk adaptasi, dengan fokus khusus pada anak-anak di negara-negara miskin, diberikan sebagai hibah.
  • Pastikan fokus pada anak-anak, terutama dari komunitas yang paling terpinggirkan, pada acara Iklim yang akan datang seperti Youth Summit di Milan dan COP26 di Glasgow akhir tahun ini.
  • Anak-anak adalah pemangku kepentingan yang setara dalam menangani perubahan iklim, dan rekomendasi mereka harus disertakan dalam semua kebijakan terkait iklim.
  • Meningkatkan sistem perlindungan sosial yang adaptif dan responsif terhadap guncangan – seperti hibah untuk ibu hamil dan anak – untuk mengatasi peningkatan dampak perubahan iklim pada anak dan keluarga mereka.
  • Lebih banyak negara perlu berkomitmen dalam Konvensi Hak Anak untuk memastikan setiap anak terlindungi dari kemiskinan, misalnya dengan memberikan tunjangan anak universal untuk meningkatkan kesejahteraan anak dan membangun ketahanan.