International Humanitarian – Tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia. Sekitar 52% angka kejahatan anak di Indonesia merupakan kejahatan seksual. Pemerintah terus mengkaji peraturan dan hukuman apa yang paling tepat untuk melindungi anak-anak kita.

Baru-baru ini Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 mengenai Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak. Sebenarnya pelaksanaan peraturan ini sudah ditunggu sejak tahun 2016 yang menempatkan bahwa predator kejahatan seksual layak dihukum maksimal 20 tahun ditambah hukuman pemberatan.

Ada tiga kategori pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang dapat dihukum dengan peraturan baru tersebut yaitu pelaku pidana persetubuhan kepada anak, pelaku persetubuhan terhadap anak dengan kekerasan atau ancaman yang memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain yang juga pelaku persetubuhan, serta pelaku perbuatan cabul terhadap anak dengan kekerasan atau ancaman, memaksa melakukan tipu muslihat, dengan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Tindakan kebiri kimia ini tidak bisa benar-benar langsung dilakukan, ada jangka waktu selama 2 tahun untuk diberikan. Kemudian apa indikator orang yang bersalah diberikan tindakan kebiri kimia? Kebiri kimia diberikan kepada pelaku yang melakukan kekerasan seksual terhadap lebih dari 1 orang korban, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia.

Pastinya Peraturan Pemerintah ini didukung dan disambut baik oleh beberapa pihak karena dinilai dapat memberikan efek jera bagi para pelaku yang semena-mena. Apalagi di saat pandemi COVID-19 ini, dimana angka kekerasan seksual terhadap anak meningkat, sehingga PP Kebiri Kimia merupakan cara penanganan yang sesuai. Dengan Peraturan Pemerintah tersebut, dapat dikatakan sangat memberikan keadlian bagi anak-anak Indonesia di tahun 2021. Diharapkan dengan diberlakukannya peraturan baru dapat bertindak tegas terhadap para predator anak.