International Humanitarian – Dua mucikari yang mempekerjakan 18 anak sebagai pelacur di salah satu hotel di daerah Jakarta Barat telah ditangkap.

Mengapa seorang anak di bawah umur mau melakukan kegiatan prostitusi? Seorang pakar mengatakan banyak faktor yang menjadi penyebabnya, salah satunya adalah psikoseksual.

Setiap anak memiliki psikoseksual yang berbeda-beda sesuai dengan umurnya. Anak usia 5 tahun ke bawah pasti belum memiliki ketertarikan terhadap dunia seksual. Mulai anak berumur 12 tahun, dia sudah bisa merasakan sensasi seksual dalam tubuhnya. Sedangkan semakin berumur, anak akan memiliki minat dan eksplorasi seksual.

Tingkat psikoseksual tersebut dapat menjadi salah satu indikator yang menjelaskan mengapa seorang anak mau untuk diajak melakukan kegiatan seksual. Ini artinya anak berusia 9 tahun misalnya bisa diketahui besar kemungkinan dia dipaksa, karena belum memiliki hasrat seksual, dan masih dilindungi Undang-Undang Perlindungan Anak.

Namun, jika sudah berumur 17 tahun ke atas, bisa saja mereka terkena jeratan Undang-Undang, karena dianggap melakukan hal yang salah.

Hal ini berhubungan dengan jenis prostitusi yaitu forced prostitution dan voluntary prostitution. Dari artinya kita bisa tahu bahwa forced prostitution adalah melakukan tindakan prostitusi karena paksaan. Sedangkan voluntary prostitution adalah melakukan tindakan prostitusi secara sukarela.

Kasus di Jakarta yang melibatkan dua mucikari, ternyata menjual belasan anak-anak di bawah umur melalui aplikasi Mi Chat seharga Rp 300.000 hingga Rp 500.000 untuk sekali kencan. Dua mucikari tersebut mengambil keuntungan sekitar Rp 50.000 per transaksi kencan.

Awalnya anak (korban) diajak berkenalan dengan mucikari (tersangka) melalui media sosial. Setelah kenal dekat dan bertemu, mereka akan memacari para korban dan mengajak korban menginap di hotel selama beberapa hari. Setelah itu barulah tersangka menjual korban melalui aplikasi.

Komisioner KPAI menyatakan bahwa kebanyakan anak-anak yang masuk ke dunia prostitusi online atau konvensional, tidak atas keinginan sendiri.

Bagi anak-anak yang sudah masuk ke jaringan prostitusi, akan sulit keluar seperti di dalam lingkaran setan. Mengapa? Mucikari biasanya akan memonitor dan mengancam jika para korban tidak mau melakukan sesuai yang mereka inginkan. Tubuh anak-anak tersebut dikuasai oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab.

KPAI akan terus berusaha melindungi anak-anak Indonesia yang dirampas kebebasan dan haknya. Walaupun mereka masih kecil, tapi trauma dan memori buruk tersebut bisa kapan saja menghantui bahkan sampai mereka dewasa.