International Humanitarian – Pada saat Afghanistan sedang kacau, penuh dengan kekerasan, tim Save The Children memberhentikan programnya di negara tersebut, tetapi baru-baru ini mereka bertekad kembali untuk membantu rakyat di sana. Beberapa layanan kesehatan dan makanan akan dibuka untuk menyelamatkan masyarakat Afghanistan sebelum situasi memburuk karena musim dingin akan tiba.

Direktur Regional Asia untuk Save the Children menyatakan bahwa program bantuan yang ada harus terus dilanjutkan karena banyak anak-anak yang masih kelaparan dan putus sekolah, sehingga berbagai tindakan penanganan harus segera dilakukan.

Krisis kemanusiaan ini sebenarnya sudah ada bahkan sebelum pengambilalihan Taliban. Kelaparan, kemiskinan, kekeringan, konflik, dan COVID-19 yang menyebabkan krisis di Afghanistan semakin parah.

Kekeringan yang terjadi mulai Juni menyebabkan sekitar 14 juta orang, atau lebih dari sepertiga populasi, mengalami kelaparan. Jumlah tersebut termasuk sekitar dua juta anak yang bergantung pada layanan gizi, dengan setengah dari semua anak berusia di bawah lima tahun diperkirakan menderita kekurangan gizi akut tahun ini.

Save the Children menghimbau seluruh negara untuk mendanai program penyelamatan jiwa di Afghanistan. Dalam sebuah petisi yang diluncurkan, organisasi tersebut meminta para pemimpin dunia untuk memastikan anak-anak Afghanistan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan dan untuk menciptakan rute yang aman dan legal bagi mereka yang ingin mencapai keselamatan dan membangun kehidupan yang baru.

Jika tidak diberi bantuan, puluhan ribu anak bisa kehilangan nyawa mereka karena kekurangan gizi dan penyakit di negara yang menuju musim dingin, ketika suhu turun serendah -16°C (3°F).

Sejak kekerasan meningkat, semakin banyak anak yang kelaparan dan tinggal di luar tepatnya di tempat terbuka tanpa makanan dan perawatan medis yang memadai. Banyak anak-anak yang trauma menghadapi krisis pangan di sana.

Pihak Save The Children berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga pengungsi. Mereka optimis bahwa beberapa kepala keluarga akan dapat kembali bekerja. Organisasi ini juga menghimbau agar pemerintah turut mengambil tindakan untuk meredakan krisis kemanusiaan di Afghanistan.