International Humanitarian

Stunting merupakan isu kesehatan anak di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO) ada 162 juta anak berusia di bawah 5 tahun yang mengalami stunting. Sebenarnya, apa itu stunting? Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak dengan postur tubuh lebih pendek dari standar anak lainnya. Perbedaan ini sudah berkembang sejak janin dalam kandungan dan baru terlihat saat usia dua tahun.

Penyebab stunting adalah makanan yang dikonsumsi pada saat hamil dan anak kurang dari dua tahun kurang bergizi. Anak yang tidak diberi ASI eksklusif dan MPASI yang baik juga dapat terkena stunting. Jangan sampai pada saat kehamilan, makanan yang dikonsumsi tidak mengandung zat besi dan asam folat, karena dua kandungan tersebut sangat penting.

Ciri-Ciri

Bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda terkena stunting ? Hal sederhana yang bisa Anda lakukan adalah mengukur tinggi badan anak secara berkala, dan waspada jika tinggi badan dan beratnya tidak kunjung bertambah. Selain tinggi badan, ternyata stunting diperlihatkan dari melambatnya pertumbuhan gigi.

Perhatikan juga wajah anak Anda, jika tampak lebih muda dari anak seusianya, Anda bisa waspada. Kemudian anak sulit fokus dan mengingat, mudah terserang penyakit. Jika anak terkena stunting, pada usia 8 hingga 10 tahun mereka akan lebih pendiam dan kurang percaya diri dalam melakukan kontak mata dengan orang lain. Untuk anak perempuan, bisa juga mengalami keterlambatan dalam mulainya menstruasi.

Penanganan

Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menangani anak yang terkena stunting adalah menjaga kesehatan dan makanan yang dikonsumsi buah hati. Kesehatan dan ketahanan pangan merupakan hal yang penting untuk mengatasi stunting.

Berikan ASI eksklusif minimal hingga usianya 6 bulan, sehingga anak memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Kemudian, Anda juga harus memberikan MPASI hingga anak berusia dua tahun,pastinya dengan makanan yang bergizi.

Belajarlah untuk mempelajari makanan apa saja yang memiliki nilai gizi tinggi seperti kacang-kacangan, telur, susu, buah, dan sumber protein.

Miliki pengetahuan yang cukup dalam merawat anak, untuk mencukupi kebutuhan pangan, dan edukasi yang baik. Jangan sampai anak Anda kekurangan gizi dan menghambat pertumbuhannya.