International Humanitarian – Setiap orang tua pasti memiliki cara tersendiri untuk mendidik anak-anaknya. Hal umum yang biasanya kita dapati adalah orang tua menakut-nakuti anak supaya si anak melakukan perintah dari orang tua. Contohnya seperti : ” Ayo makan nanti kalau enggak makan kamu masuk rumah sakit belum terus cari disuntik sakit.” atau ” Jangan lari-lari ya atau jangan lompat-lompat nanti kalau kamu jatuh luka berdarah tidak punya kaki gimana? ” dan masih banyak kalimat-kalimat lain. Mungkin anda tidak sadar saat mengucapkan itu, awalnya itu bertujuan baik agar anak mendengarkan perkataan Anda, namun cara menakut-nakuti anak ternyata dapat membawa dampak buruk lho bagi perkembangan mental si anak sendiri. Apa saja akibatnya?

 

1. Kurang Percaya Diri

Dampak buruk yang pertama adalah anak kurang percaya diri. Sadar atau tidak sadar kebiasaan Anda menakut-nakuti anak dapat membuat nya tumbuh menjadi pribadi yang tidak memiliki kepercayaan diri karena dia bisa merasa apapun yang dia lakukan itu salah di mata anda bahkan orang lain. Anak bisa tumbuh menjadi seseorang yang penakut, karena kata-kata yang anda keluarkan siapa dari adalah menakut-nakuti perbuatan yang dilakukan. Dia akan mudah cemas, dan dapat tumbuh menjadi anak yang kurang mandiri.

Kurangnya kepercayaan diri anak juga dapat berdampak pada cara dia dalam mengambil keputusan. Biasanya jika anak tidak memiliki rasa percaya diri dia akan sulit untuk mengambil sebuah keputusan, karena takut jika keputusan yang diambil itu salah.

 

2. Anak Tidak Percaya Lagi

Dampak selanjutnya adalah anak bisa menjadi tidak percaya lagi dengan orang tuanya. Mengapa? Karena jika anda sudah terbiasa untuk menakut-nakuti anak anda dengan hal-hal yang tidak logis dan apa yang Anda ucapkan tidak terjadi, anak justru tidak takut kepada Anda, dia malah menjadi tidak percaya terhadap apa yang Anda ancamkan, bisa jadi anak semakin berani.

Salah satu dampak yang bisa terjadi karena kebiasaan menakut-nakuti adalah anak kehilangan kepercayaan pada orangtua. Apalagi jika orangtua terbiasa menggunakan hal-hal yang mustahil dalam menakut-nakuti. Maka dari itu berhati-hatilah dalam menasehati anak anda.

 

3. Fobia

Fobia juga bisa terjadi saat anda sering melakukan menakuti anak anda. Biasanya kebiasaan menakut-nakuti dilakukan kepada anak usia 2 hingga 3 tahun. Nah pada usia tersebut anak belum bisa mengontrol emosinya dengan baik sehingga bisa saja anak fobia terhadap sesuatu yang anda jadikan bahan untuk menakut-nakuti dia.