International Humanitarian – Selalu berada di rumah, bertemu dengan orang yang sama, melakukan rutinitas yang sama terus bisa sangat membosankan dan membawa kepada stress. Nampaknya tidak hanya orang dewasa saja yang bisa mengalami stress, anak-anak juga bisa mengalaminya. Beberapa respon stress yang diungkapkan anak bisa berupa amarah, gelisah, pemberontakan, manja, resah, memilih menyendiri, dan lain-lain. Pasti dalam beberapa bulan terakhir, banyak sekali keluarga yang menghadapai anaknya seperti itu. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi stress anak.

 

1. Pahami Situasi dan Kondisi yang Terjadi

Ketika anak mulai mengeluarkan ciri-ciri stressnya seperti sering marah atau gelisah, coba lebih perhatikan anak Anda. Menanggapi apa yang sedang dihadapi anak sangatlah penting. Mulai dengan menanyakan apa yang sedang dirasakan. Dengarkan apa yang diinginkan anak dan bangun komunikasi yang positif dan pastinya harus menyenangkan. Mungkin Anda perlu memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih untuk memulihkan anak Anda.

 

2. Beri Penjelasan

Penting bagi anak untuk mengetahui situasi di luar sana yang sedang terjadi, bahkan mengapa mereka harus melakukan sesuatu, seperti di amsa pandemi ketik harus terus dirumah dan menjaga jarak untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Anda dapat menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami mengenai apa itu COVID-19, apa bahayanya, dan bagaimana cara pencegahannya.

 

3. Perbanyak Waktu Bersama

Anda harus mengetahui bahwa anak-anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang lebih dari orang yang lebih dewasa. Tindakan yang dapat dilakukan ornagtua sebagai bentuk memperhatikan adalah memperbanyak kualitas waktu dengan anak-anak seperti bermain dan bersantai bersama-sama. Hindari terlalu sibuk dan ingin rileks dengan diri sendiri terlalu lama, karena anak Anda juga memerlukan perhatian yang lebih di saat seperti ini. Dengan bermain bersama, anak akan lebih dekat dengan orang tua dan lebih mudah bercerita mengenai apa yang sedang dia rasakan dan inginkan. Tidak hanya bermain, Anda dapat melakukan berbagai hal bersama anak seperti memasak bersama, membaca buku, menonton film favorit, olahraga bersama, dan masih banyak lagi. Usahakan Anda dapat menciptakan aktivitas baru yang nyaman bagi Anda sekeluarga.

 

4. Membantu Membuat Jadwal

Walaupun di masa pembatasan jarak seperti ini, Anda sekeluarga tetap harus menjalankan rutinitas seperti biasa. Jika anak merasa kesulitan dalam mengatur waktu antara belajar dan bermain, Anda dapat mulai membantu anak Anda membuat jadwal sesuai dengan rutinitas baru yang dijalankan selama masa COVID-19. Sehingga masalah pendidikan, sekolah, dan refreshing anak tetap teratur dengan jelas.

 

Nah, tips-tips di atas dapat disesuaikan dengan kepribadian dan karakteristik maisng-masing anak. Tiap anak pastinya membutuhkan pendekatan yang berbeda. Hal yang terpenting adalah perhatian dan kasih sayang Anda ke anak jangan sampai berkurang di masa yang krisis ini, karena anak membutuhkan sesuatu yang baru dan dukungan yang luar biasa.