International Humanitarian – Menjaga anak dalam aktivitas di dunia digital menjadi tugas semua orang tua  zaman sekarang, apalagi di masa COVID-19 yang semuanya serba digital. Batasan dapat dilampaui hanya dengan terkoneksi dengan internet. Menurut survey, banyak orang tua sekarang khawatir tentang keamanan digital dari penggunaan anak-anak. Maka dari itu, ada beberapa tips untuk mengatasi kekhawatiran tersebut.

 

1. Lindungi Identitas

Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah segera lindungan identitas digital anak Anda. Mulai ajari anak untuk membuat password suatu akun menggunakan karakter yang sulit ditebak, hindari penggunaan tanggal lahir, nama, atau angka favorit anak. Hal ini menjadi penting agar akun tidak mudah diretas bahkan terkena penipuan.

2. Beri Konten yang Sesuai dengan Usia

Hal kedua yang paling penting adalah memberikan atau menunjukkan konten yang sesuai dengan usia anak Anda. Akses yang mudah di internet, bisa membahayakan karena konten yang lebih dewasa bisa muncul kapan dan dimana saja. Berilah contoh yang benar kepada anak. Anda juga dapat mengatur bantuan pengaturan yang ada di internet. Ada fitur Parental Control di Youtube Kids, sehingga orang tua dapat membatasi jam menonton anak dna hanya menampilkan video yang boleh ditonton saja. Selain itu, Anda juga dapat menyambungkan akun Google anak di Google Family sehingga Anda sekaligus dapat memfilter Google Search, melacak lokasi perangkat, mmeblokir situs berbahaya, dna memberikan akses kepada orang yang diizinkan saja.

 

3. Ketahui Lebih Lanjut

Selanjutnya, jika anak memiliki media sosial, Anda perlu mengetahui lebih lanjut siapa lawan bicara anak Anda.  Interaksi secara online antar anak-anak sudah sangat memungkinkan di zaman sekarang. Sebagai orang tua, perlu memfilter interaksi yang dilakukan anak, jangan sampai mereka berkoneksi dengan orang yang berniat buruk atau menipu atau memanfaatkan anak-anak. Hal tersebut Anda lakukan sebagaimana jika interaksi di luar internet, pasti Anda akan memberitahui anak untuk memfilter pergaulan.

Tidak hanya media sosial, Anda juga perlu mengikuti dan mengecek game yang sedang dimainkan anak di gadget, karena sekarang banyak game multiplayer yang membuka room chat, sehingga semua pemain dapat berinteraksi dengan bebas. Biasanya bahasa yang digunakan merupakan bahasa kasar sehari-hari yang tidak pantas diucapkan.