International Humanitarian – Baru-baru ini dunia kembali digemparkan dengan munculnya virus COVID-19 tipe 2 di Inggris dan beberapa negara lainnya. Varian baru virus ini belum benar-benar dapat dipastikan apakah lebih ganas dari tipe sebelumnya. Namun menurut beberapa Profesor di Inggris, varian virus kali ini lebih mudah bermutasi melalui reseptor yang ada. Diperkirakan varian baru ini dapat menyebar 50% – 70% lebih cepat dibanding yang sebelumnya. Dengan laju penularan yang nampaknya lebih cepat, diperkirakan anak-anak akan sama rentannya dengan orang tua terhadap virus tersebut. Karena beberapa anak di Inggris juga sudah terkena virus ini.

“Analisa awal tentang bagaimana dan di mana varian baru itu menyebar juga memberikan petunjuk bahwa ia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak”, menurut Prof Neil Ferguson dari MRC Center for Global Infectious Disease Analysis, anggota NERVTAG.

Varian virus ini juga menyebar di Inggris saat di sana sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka sehingga banyak anak yang terinfeksi virus ini. Diselidiki lebih lanjut bahwa varian B117 yang lebih banyak dalam versi kedua dibanding versi yang lama yang menyebabkan anak-anak rentan terkena virus ini.

Hadirnya virus ini kemudian menjadikan Pemerintah Inggris kembali melakukan lockdown dan semua kegiatan pembelajaran dilakukan kembali secara daring. Situasi yang terjadi di Inggris ini semakin menjadi pertimbangan banyak negara untuk melakukan pembelajaran tatap muka termasuk Indonesia.
Kita harus terus berhati-hati dengan penyebaran virus yang cepat dan kasat mata. Lindungi anak dan keluarga Anda dari bahaya virus COVID-19, karena kita idak pernah tahu kapan virus dengan varian baru mendatangi kita.
Sekarang Inggris sedang melakukan penelitian dengan mengambil sampel dari beberapa anak di Inggris untuk mengetahui lebih lanjut varian baru virus COVID-19 dan menemukan penanganan yang tepat. Kabar terakhir menyatakan bahwa varian baru virus COVID-19 ini sudah menyebar ke 50 negara.